Kenali 5 Gejala Autisme Ini Pada Anak Sejak Usia Dini

Kenali 5 Gejala Autisme Ini Pada Anak Sejak Usia Dini

Beberapa orang tua terkadang terlambat mengetahui jika ternyata anaknya mengalami autisme. Autisme merupakan kelainan pada saraf yang ditunjukkan dari gangguan perkembangan bahasa, interaksi social dan kesulitan berkomunikasi.

Kenali gejala autis sejak dini
Kenali gejala autis sejak dini

Ciri-ciri autisme pada masing-masing anak bisa beragam, ada yang menunjukkan gejala ringan tapi tidak sedikit pula yang menunjukkan ciri autisme parah.

Apa Saja Gejala Autisme Pada Anak?

Keterlambatan orang tua mengenali gejala autisme, biasanya disebabkan karena pola yang tidak terduga. Pada awalnya anak tidak menunjukkan gejala autisme sama sekali, namun ketika memasuki usia 18-36 bulan gejala atau ciri autisme mulai muncul.

Meskipun tidak jarang pula, ada anak yang sejak lahir telah menunjukkan gejala autisme. Agar lebih mudah memahami tentang autisme pada anak, perhatikan sejumlah gejalanya berikut ini:

1. Cenderung Lebih Suka Melakukan Kegiatan yang Sama

Beberapa anak biasanya menyukai dengan hal-hal yang baru. Saat diajak ke kebun binantang mereka akan merasa antusias begitu pula ketika diajak piknik atau bermain ke taman hiburan.

Tapi berbeda dengan anak autisme yang cenderung lebih suka melakukan aktivitas yang berulang. Saat diajak untuk mencoba hal yang baru mereka akan menunjukkan sikap tidak tertarik sama sekali.

Ketika sudah menyukai satu aktivitas seperti sering melompat, anak autisme akan melakukan kegiatan tersebut kapan saja tidak mengenal tempat dan waktu.

2. Gangguan Komunikasi

Gangguan komunikasi pada anak autisme usia 1-2 tahun adalah kemampuan bicara yang rendah. Pada dasarnya, anak yang berusia 16 bulan sudah bisa mengeluarkan sepatah atau dua patah kata.

Gangguan ini berlanjut ketika anak berusia lebih dari 2 tahun, di mana dia mengalami kesulitan untuk mengatakan apa yang diinginkan. Untuk gejala autisme yang lebih parah, anak tidak bisa bicara sama sekali.

Dan meskipun memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain, kemampuannya sangat terbatas. Beberapa anak bahkan cenderung mengatakan kalimat yang sama.

3. Emosi Tidak Stabil

Gejala autisme lainnya pada anak adalah ketidakmampuan untuk mengendalikan perilaku. Mereka cenderung bersikap agresif, impulsive bahkan hiperaktif. Bila merasa marah, anak autisme secara implusif akan menangis bahkan menjerit.

4. Perkembangan Tak Seimbang

Umumnya hal ini terjadi karena gangguan pada sistem motoric anak. Gangguan tersebut menyebabkan otak tidak berkembang dengan baik dan optimal.

Karena perkembangan otak yang lambat, anak autisme lebih suka berinteraksi seorang diri. Mereka tidak suka gagasan bermain atau berinteraksi dengan anak-anak lain baik yang seusianya maupun pada orang dewasa.

5. Tidak Suka Kontak Mata

Awalnya Anda mungkin mengira jika anak merasa malu sehingga tidak mampu melakukan kontak mata dengan orang lain. Lantas, bagaimana jika hal tersebut terjadi berulang kali termasuk saat dia bicara pada Anda?

Saat diajak bicara, anak autisme lebih suka menunduk untuk menghindari kontak mata. Untuk mengatasi kondisi tersebut, orang tua bisa mengarahkan wajah anak agar terjadi kontak mata.

Dengan memahami lima gejala autisme tersebut, semoga para orang tua dapat mengetahui perkembangan terkini pada anak mereka. Jangan sampai autisme anak telat diketahui sehingga menyebabkan gejala autisme parah.

Post a Comment

0 Comments