Ini Isi Broadcast WhatsApp untuk Seruan Lockdown selama Wabah Corona

Ini Isi Broadcast WhatsApp untuk Seruan Lockdown selama Wabah Corona

Berikut salah satu isi himbauan untuk lockdown sementara selama wabah COVID-19 masih menghantui Indonesia. Broadcast ini tersebar dalam aplikasi pesan instan WhatsApp yang ditulis oleh salah satu dokter dari Universitas Indonesia.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teman-teman dan saudara saya setanah air. Perkenalkan nama saya dr. Yasmon, saya adalah praktisi kesehatan yang peduli terhadap perkembangan Covid-19 di Indonesia. Saya memohon dengan sangat agar yang membaca pesan saya ini agar tinggal di rumah setidaknya sampai akhir April, jangan lgi ada arisan, jangan lagi ada makan bersama dengan keluarga di restoran, jangan lagi ada ibadah bersama-sama, jangan lagi ada kumpul-kumpul, apalagi ngemall atau nonton bioskop.

Ini semua adalah untuk memberikan waktu si coronavirus untuk menemukan pola transmisi normal, agar tidak terjadi angka infeksi yang meningkat signifikan pada satu waktu bersama, agar sistem kesehatan di Indonesia bisa membantu kalian semua saudaraku se-Tanah Air dengan lebih baik. Agar terjadi "flattening the curve" di angka infeksi Covid-19 ini.

Kami para dokter dan perawat di Indonesia sudah kewalahan, banyak yang meninggal, kenapa? Kalian semua gak mau tinggal di rumah, kalian merasa sehat tapi kalian menularkan ke orang lain.

Sistem lockdown belum dijalankan sempurna, sistem pelacakan ODP dan PDP belum jalan sempurna, saya harap Pemerintah, Militer dan Polisi bekerja sama, kalau perlu denda orang-orang yang bandel keluar rumah tanpa urusan jelas. Kalau perlu keluarkan Singa dan Harimau dari Taman Safari di jalanan agar pada diam di rumah. Tolong, tolong sekali.

Teman seangkatan saya sudah meninggal dunia, tolong hargai kami para dokter. Stay at home!!!

Bantu edukasi yang benar, suarakan suara kalian kepada Pemerintah untuk kebijakan lockdown yang benar, penerbangan ditunda, dan sebagainya. Saya tahu semuanya akan bikin ekonomi hancur, tapi bagaimana lagi. Mari belajar dari Italia, yang terlambat menangani, sehingga semuanya terlambat. Belajarlah dari Korea Selatan dan Singapore.

Tolong ya, bantu kami para dokter dan praktisi kesehatan.

Terima kasih.
Silakan disebarkan seluas-luasnya.

ilustrasi himbauan social distancing
Ilustrasi himbauan social distancing

Hormat saya,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

dr. Nyityasmono Tri Nugroho, SpB, PhD (cand)
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Post a Comment

0 Comments