Karena Wabah, Gunung Bromo Ditutup Sementara hingga Pertengahan Tahun 2020

Karena Wabah, Gunung Bromo Ditutup Sementara hingga Pertengahan Tahun 2020

Bromo menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Malang yang paling banyak dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun asing. Namun, karena wabah, Gunung Bromo ditutup sementara di tahun 2020 dalam beberapa pekan ke depan. Hal ini menjadi salah satu upaya dalam menyintas penyebaran Covid-19 yang sedang melanda dunia termasuk Indonesia. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Penutupan Wisata Bromo

Jika Anda berencana menikmati alam yang memesona dari Gunung Bromo, sebaiknya tunda terlebih dahulu karena sedang diberlakukan penutupan sementara untuk wisata Bromo. Hal ini sudah seyogyanya dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam menaati peraturan pemerintah pusat dalam penanganan penyebaran virus corona.

indahnya pemandangan gunung bromo
indahnya pemandangan gunung bromo

Pihak yang bertanggung jawab terkait penutupan lokasi wisata ini adalah BB-TNBTS (Balai Besar Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru). Rencana penutupan Gunung Bromo secara resmi mulai tanggal 19 hingga 31 Maret. Namun, jadwal penutupan ini akhirnya diperpanjang hingga 29 Mei mendatang.

Dampak Penutupan Gunung Bromo

Gunung Bromo menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak menarik pengunjung, sehingga memberikan pendapatan daerah yang lumayan besar kurang lebih 22.5 miliar rupiah di tahun 2019 lalu. Angka ini didapatkan dari banyaknya pengunjung yang 690.831 dengan rincian sebanyak 669.422 wisatawan lokal dan 21.409 wisatawan asing.

Adanya penutupan wisata Gunung Bromo tentu memberikan dampak yang cukup banyak, baik bagi pemerintah daerah hingga warga sekitar yang mengandalkan mata pencaharian dari tempat wisata tersebut, di antaranya adalah:

Pendapatan Daerah Turun

Sudah dapat dipastikan jika pendapatan wisata Gunung Bromo akan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini karena masa penutupan yang berlangsung pada musim liburan. Sehingga, puncak dari membludaknya para wisatawan lokal maupun asing sudah tentu tidak akan terjadi.

Banyak Masyarakat yang Kehilangan Pekerjaan

Ramainya lokasi wisata ini membuat warga sekitar mengambil peluang untuk berjualan makanan, hingga mendirikan homestay untuk para wisatawan. Hal ini tentu akan membuat usaha mereka harus tutup sementara, sehingga tidak ada pemasukan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya homestay dan warung makan saja, para sopir angkot juga terancam sepi penumpang karena tidak adanya wisatawan yang berkunjung. Para jasa tour khusus wisata Malang juga mengeluhkan sepi peminat karena adanya virus ini.

Udara Area Gunung Bromo Lebih Bersih dan Segar

Dampak positif dari adanya penutupan wisata Gunung Bromo membuat kondisi alam sekitar menjadi lebih bersih dan menyegarkan. Hal ini karena minimnya polusi dari kendaraan yang setiap hari berlalu-lalang di lokasi wisata ini.

Kebijakan yang dikeluarkan BB-TNBTS merupakan sebuah langkah nyata dalam menghambat penyebaran Covid-19 di Kota Malang. Anda sebagai generasi milenial harus lebih bijaksana dan menaati segala peraturan pemerintah mengenai Covid-19 ini, agar kondisi kehidupan bisa kembali seperti semula. Lakukan physical distancing dan stay at home untuk kebaikan bersama.

Informasi ini disampaikan oleh: Open Trip Bromo

Post a Comment

0 Comments